MENU

Selasa, 30 Oktober 2012

CARA MENJAUHI TEMAN YANG MERUGIKAN





Teman seharusnya menjadi seseorang yang selalu ada ketika Anda membutuhkan mereka. Tetapi jika teman yang Anda miliki ternyata malah merugikan dan menuntun ke jalan yang tidak baik, apakah mereka masih pantas disebut sebagai teman?
Daripada terus-terusan mendapat masalah gara-gara tipe teman seperti itu, coba simak cara menjauhi mereka seperti yang dilansir dari She Knows (29/10) berikut ini.

Jangan takut kehilangan
Menjauhi teman yang merugikan mungkin akan membuat Anda berpikir bahwa Anda akan kehilangan salah satu orang terdekat. Padahal, Anda sebenarnya memiliki banyak kesempatan untuk bertemu orang baru dan menambah teman. Jadi jangan terlalu berat meninggalkan salah satu teman yang merugikan hanya karena takut kehilangan.

Ingatkan diri sendiri
Teman yang merugikan bisa disamakan dengan orang yang menghabiskan uang, waktu, dan energi Anda setiap saat. Jika Anda rela melakukannya, mungkin hal itu tidak menjadi masalah. Tetapi kalau Anda mulai merasa terganggu, sudah saatnya Anda menjauhi teman seperti itu pelan-pelan. Jadi coba ingatkan diri Anda sendiri, seberapa terganggu Anda dengan teman yang bersikap seperti itu?

Cara berpisah dengan mereka
Mungkin rasanya sedikit sulit, atau bahkan terkesan kejam, namun cara menjauhinya adalah dengan berkata jujur untuk mengakhiri hubungan pertemanan. Jika teman bertanya kenapa, jangan bersusah payah menjelaskan kesalahan mereka. Namun jawab saja dengan alasan klise karena ingin fokus pada hal lain. Perlahan-lahan, Anda juga bisa mengabaikan panggilan, SMS, atau email mereka.
Jangan merasa tidak enak hanya karena menjauhi teman yang merugikan. Sebab semua ini demi kepentingan diri Anda sendiri. Lagipula, teman yang baik seharusnya tidak merugikan bukan?

»»  SETERUSNYA...

NONTON FILM HOROR BISA MENGURANGI BERAT BADAN




Halloween memang identik dengan hal-hal berbau horor, seperti setan, hantu hingga penyihir.

Jadi, tak seru rasanya bila melewatkan Halloween tanpa menonton film horor. Namun, sudah tahu manfaat mengejutkannya?

Penelitian terbaru menunjukkan film horor membantu menurunkan berat badan. 

Menonton film yang memompa adrenalin selama 90 menit sudah bisa memangkas 113 kalori di tubuh Anda. Bahkan, cara asyik ini mampu membakar kalori yang setara dengan berjalan cepat selama setengah jam.

Sebelumnya, ilmuwan University of Westminster melakukan pengamatan terhadap beberapa responden yang diminta menonton film. Peneliti kemudian mencatat denyut jantung, oksigen yang masuk dan karbondioksida yang dikeluarkan saat seseorang menonton film horor.

Hasilnya, film yang membuat penontonnya kaget lebih berhasil membakar kalori, karena menyebabkan peningkatan denyut jantung.

"Semakin detak jantung berdegup kencang dan darah yang terpompa ke tubuh semakin deras, maka tubuh akan dibanjiri adrenalin. Akibatnya, seseorang akan menjadi tak selera makan, meningkatkan basal metabolic rate dan pada akhirnya membakar kalori," jelas Dr. Richard Mackenzie dari University of Westminster, dikutip dari The telegraph (29/10).

Supaya Anda tak bingung, ini dia 10 film horor terbaik yang diyakini mampu membuat memangkas kalori di tubuh.
1. The Shining: 184 kalori
2. Jaws: 161kalori
3. The Exorcist: 158 kalori
4. Alien: 152 kalori
5. Saw: 133 kalori
6. A Nightmare on Elm Street: 118 kalori
7. Paranormal Activity: 111 kalori
8. The Blair Witch Project: 105 kalori
9. The Texas Chain Saw Massacre: 107 kalori
10. [Rec]: 101 kalori. 

»»  SETERUSNYA...

Senin, 22 Oktober 2012

8 Cara Atasi Kecemasan Saat Ujian




Setiap orang pasti pernah merasa cemas, terutama saat menghadapi kondisi tertentu seperti saat mengerjakan soal ujian. Perasaan gugup sebelum mengerjakan ujian adalah suatu yang normal dan dapat membantu mempertajam pikiran dan fokus perhatian Anda.

Tapi rasa cemas yang berlebihan justru akan sangat mengganggu dan membuat Anda sengsara ketika harus mengerjakan soal ujian. Kecemasan dapat menyerang siapa saja, apakah Anda siswa sekolah dasar, menengah, mahasiswa, atau karyawan yang harus melakukan tes untuk peningkatan karier dan mendapatkan sertifikasi.

Berikut adalah beberapa petunjuk untuk membantu mengurangi rasa cemas saat sedang mengerjakan ujian, berdasarkan pemamparan Daniel K. Hall-Flavin, M.D, psikiater dari Mayo Clinic 

1. Pelajari cara belajar efisien


Sekolah Anda mungkin mempunyai teknik dan cara tersendiri dalam membantu Anda memahami pelajaran yang diberikan. Anda akan merasa lebih santai jika dapat secara sistematis belajar dan berlatih materi yang akan diujikan.

2. Bentuk suatu kebiasaan

Bentuk suatu metode belajar yang menurut Anda cocok dan efektif dan lakukan hal itu setiap kali Anda akan melakukan tes. Cara ini akan mengurangi tingkat stres Anda dan membantu meyakinkan bahwa Anda telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

3. Pelajari teknik relaksasi

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan tepat sebelum dan selama menjalani tes untuk membantu Anda tetap tenang dan percaya diri. Lakukanlah beberapa teknik relaksasi seperti menarik napas panjang, relaksasi otot, atau menutup mata Anda dan membayangkan hasil yang positif.

4. Jangan lupa makan dan minum

Sama seperti otot-otot dalam tubuh, otak juga membutuhkan bahan bakar agar terus dapat berfungsi. Makanlah dengan cukup sehingga Anda tidak merasa kelaparan saat mengikuti ujian. Hindari minuman mengandung gula terlalu tinggi seperti soda pop, yang dapat menyebabkan gula darah naik turun. Hindari pula minuman berkafein seperti kopi karena dapat meningkatkan kecemasan.

5. Olahraga

Latihan aerobik yang teratur, dan berolahraga menjelang ujian, dapat membantu melepas ketegangan.

6. Cukup tidur 

Tidur secara langsung berkaitan dengan prestasi akademis. Anak usia belasan tahun dan usia remaja khususnya sangat penting untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup dan teratur.

7. Komunikasi dengan guru

Pastikan Anda memahami apa-apa saja yang akan diujikan dan mengetahui dengan persis bagaimana harus mempersiapkannya. Biarkan guru tahu kalau Anda sedang cemas. Karena dengan begitu, mungkin dia akan memberi saran atau membantu Anda melepas ketegangan.

8. Konselor profesional

Terapi wicara atau curhat dengan seorang psikolog atau guru bimbingan dan konseling kadang memang dibutuhkan, untuk membantu masalah gangguan perasaaan, pikiran dan perilaku Anda yang mungkin dapat memperburuk kecemasan.

»»  SETERUSNYA...

Cinta yang Erat Mengurangi Emosi Negatif Anak





Jangan ragu mengekspresikan cinta Anda untuk si buah hati. Ikatan emosional yang baik antara orangtua dan anak harus dikembangkan sedini mungkin karena berdampak jangka panjang dalam kehidupan anak.

Anak-anak yang memiliki bonding atau ikatan yang kuat dengan orangtuanya lebih jarang memiliki gangguan emosi atau perilaku di usia sekolah.

Kedekatan emosional dengan anak ternyata punya manfaat yang sama jika dibangun oleh kedua orangtua atau orangtua tunggal. Masa yang dianggap penting untuk membangun bonding adalah dua tahun pertama kehidupan anak.

"Periode dua tahun pertama sangat penting untuk perkembangan emosional dan sosial anak, setidaknya salah satu orangtua harus meluangkan waktunya untuk melakukan bonding," kata Sanghag Kim, pakar di bidang psikologi.

Dalam penelitiannya Kim mengevaluasi hubungan dari 86 bayi berusia 15 bulan yang memiliki orangtua, kemudian diikuti sampai anak berusia 8 tahun.

Yang menarik, ternyata efek ikatan yang erat pada anak dengan orangtua tunggal memiliki perkembangan emosional yang sama dengan anak dengan orangtua utuh.

Kim menjelaskan, rasa aman dan hubungan yang positif dengan salah satu orangtua sebenarnya sudah memenuhi kebutuhan anak akan rasa aman sehingga cukup sebagai fondasi bagi perkembangan emosinya.


Sumber :
Healthday News


»»  SETERUSNYA...

Cek Kondisi Kesehatan lewat Feses atau Hasil BAB




Jangan terburu-buru menyiram toilet setelah Anda buang air besar. Kotoran yang kita keluarkan ternyata bisa menunjukkan kondisi kesehatan. Seberapa sering kita ke toilet dan volume yang dikeluarkan bisa mengindikasikan kesehatan pencernaan secara umum.

"Saluran pencernaan mengandung sel bakteri lebih banyak dibanding sel di seluruh tubuh. Usus kita harus bekerja optimal supaya bisa menyerap nutrisi yang diperlukan, tetapi juga mampu mengeluarkan zat kimia, makanan, dan bakteri yang berbahaya," kata dr Jean-Pierre Raufman, ahli gastroenterologi dari Universitas Maryland School of Medicine.

Berikut adalah 5 hal yang perlu kita perhatikan dari feses untuk mengecek ada tidaknya gangguan penyakit:

1. Warna

Warna feses biasanya mencerminkan apa yang kita makan. Berbagai variasi warna kecoklatan biasanya menunjukkan kondisi normal, sementara warna hitam dan kuning perlu diwaspadai.

"Tinja berwarna hitam bisa menunjukkan adanya perdarahan di usus atau bagian pencernaan lainnya," kata Raufman. Namun, konsumsi suplemen zat besi juga bisa menyebabkan tinja berwarna hijau gelap.

Warna merah cerah pada tinja biasanya terjadi perdarahan dari sistem pencernaan bagian bawah, seperti usus besar, rektum, atau anus.

2. Bentuk

Feses yang berbentuk lurus dan menyempit sering berkaitan dengan gejala kanker kolon. "Itu bisa menjadi tanda obstruksi di usus bagian bawah yang berarti usus terhalang sebagian," kata Raufman.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah tinja yang lembek atau menempel pada bagian lubang toilet karena itu menandakan adanya minyak yang terlalu banyak.

"Minyak biasanya mengambang sehingga kalau kita melihatnya di air berarti tubuh tidak bisa menyerap lemak dengan baik," katanya. Namun, tinja yang mengapung juga dipengaruhi oleh produksi gas di perut sehingga biasanya bukan tanda kondisi yang serius.

3. Bau

Secara umum bau feses memang tidak enak, tetapi bau yang aneh atau tak wajar sebaiknya jangan diabaikan. Waspadai jika ada perubahan pada tinja, yang menetap selama beberapa waktu.

Feses dihasilkan dari makanan yang tidak dicerna, bakteri, lendir, dan sel-sel mati. Bau tidak sedap berasal dari bakteri dan parasit. Penyebab bau aneh pada tinja bisa berasal dari darah atau lemak.

4. Konstipasi

Feses yang kering dan sulit dikeluarkan adalah tanda terjadinya konstipasi atau sembelit. Konstipasi juga menyebabkan orang BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu.

Ada banyak faktor pemicu konstipasi, mulai dari pola makan yang buruk, kurang olahraga, obat-obatan, kurang cairan, ataupun gangguan usus.

Jika dibiarkan, maka konstipasi bisa memicu penyakit wasir atau perdarahan di anus. Cegah konstipasi dengan pola makan tinggi serat, minum cukup air, olahraga, dan segera ke toilet jika perut mulai terasa mulas.

5. Diare

Diare sebenarnya adalah hal yang normal sebagai cara tubuh untuk mengeluarkan kandungan toksik seperti bakteri atau infeksi virus. Namun, diare yang berkepanjangan bisa menyebabkan dehidrasi.

Diare yang tak berhenti sampai empat minggu bisa menjadi tanda adanya penyakit kronis, seperti penyakit Chrohn atau irritable bowel syndrome.


Sumber :

»»  SETERUSNYA...

Anak Tidak Bisa Diam Belum Tentu Hiperaktif




Anak yang tidak bisa berhenti bergerak sering dicap sebagai anak hiperaktif. Padahal, ada perbedaan antara anak aktif dengan hiperaktif. 

"Anak yang hiperaktif ditandai dengan selalu melakukan kegiatan tanpa tujuan. Misalnya belum selesai main dengan yang satu sudah pindah ke mainan lain," papar Dr.Tjin Wiguna, Sp.KJ, ahli psikiatri anak dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Hiperaktif dalam dunia psikiatri dikenal sebagai attention deficit hyperactivity (ADHD) atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. 

Gangguan ini disebut juga gangguan fungsi kognitif dan pengendalian impuls. Manifestasinya anak tidak mampu berkonsentrasi dan sangat impulsif atau tidak mampu membuat pertimbangan sebelum bertindak. 

Menurut Tjin, gangguan ADHD bisa dikenali sejak usia prasekolah. "Pada anak berusia tiga tahun atau kurang namanya gangguan regulasi tipe hiperaktif, ini merupakan cikal bakal terjadinya ADHD," katanya.

Karena anak mengalami gangguan regulasi, maka fungsi-fungsi tubuhnya juga terganggu disamping kebutuhan geraknya juga tinggi. 

"Selain tidak bisa diam, ciri lain adalah pola tidur anak terganggu, susah makan, dan gangguan regulasi lainnya," katanya.

Gangguan hiperaktif harus diobati karena bisa berlanjut sampai usia remaja dan dewasa. Untuk itu orangtua sebaiknya segera membawa anaknya ke psikiatri anak jika menemukan adanya ciri-ciri hiperaktivitas.

»»  SETERUSNYA...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...