Minggu, 26 Agustus 2012
Sabtu, 25 Agustus 2012
Mentimun, Makanan Paling Dingin Sedunia
Jus mentimun yang
dikonsumsi masyarkat Aceh atau sandwich mentimun
telah lama menjadi makanan wajib di musim panas. Kini, para ilmuwan menemukan
manfaat tersembunyi dari makanan tradisional ini.
Dalam kondisi udara panas, menurut sebuah studi, mentimun menjadi makanan paling baik untuk mengatur suhu tubuh. Makanan ini bekerja lebih baik jika dibarengi dengan secangkir kopi atau teh atau bahkan dengan segelas minuman pahit.
Pakar industri makanan dalam pertemuan tahunan American Chemical Society menunjukkan bahwa tidak semua sandwichmentimun efektif. Yang paling efektif adalah mentimun dibalut roti gandum dengan mayones dan garam laut di atasnya.
Dalam pertemuan tersebut, para ahli diminta memberikan daftar makanan dan minuman terbaik untuk dikonsumsi saat temperatur tinggi. Kebanyakan dari mereka merekomendasikan makanan khas Inggris yang rasanya familiar dengan lidah orang Inggris, termasuk bir, teh, dan kari.
Menurut Sara Risch, peneliti di asosiasi tersebut, mentimun bisa menurunkan temperatur tubuh akibat panas, menghindari dehidrasi, dan mendapatkan kembali vitamin dan mineral vital bagi tubuh.
Kata Risch, di kalangan masyarakat, beredar cerita rakyat mengenai manfaat makanan dan minuman tertentu, tapi sebagian besar keliru. Buah-buahan dan sayuran dengan kadar air tinggi biasanya bagus untuk kondisi udara panas, termasuk mentimun, semangka, dan seledri. Adapun gandum bagus untuk tubuh karena mereka meningkatkan kadar magnesium dan kalsium, serta mencegah kejang saat udara panas. Karena itulah, roti gandum adalah pilihan terbaik untuk sandwich mentimun.
Meskipun menggoda, Risch mengatakan, sebaiknya Anda menghindari segala sesuatu yang terlalu dingin, mulai dari es krim hingga air es. Alasannya, segala sesuatu yang terlalu dingin tidak hanya membuat dingin bagian tubuh yang terkena, tapi akan mengirimkan pesan ke bagian tubuh lain yang menyebabkan kejutan sehingga tubuh justru kesulitan mengatur temperatur dengan baik.
Menurut Risch, minuman panas justru baik di udara hangat, meskipun ada debat mengenai efek kafein. Tanin dalam teh dan anggur adalah agen penurun panas yang baik bagi tubuh.
Makanan pedas yang menghasilkan keringat juga bagus bagi tubuh dalam menjaga dingin sehingga bahan-bahan dalam kari, baik jahe maupun capsaicin dari cabai, bekerja dengan baik. Karena itu, sambung Risch, banyak negara beriklim panas mengkonsumsi makanan-makanan pedas.
Makanan lain yang harus dihindari adalah makanan yang mengandung protein dan lemak tinggi sebab tubuh harus bekerja ekstra keras untuk mengunyah makanan itu, yang artinya menghindarkan keringat sekaligus memproduksi daging di udara panas.
Dalam kondisi udara panas, menurut sebuah studi, mentimun menjadi makanan paling baik untuk mengatur suhu tubuh. Makanan ini bekerja lebih baik jika dibarengi dengan secangkir kopi atau teh atau bahkan dengan segelas minuman pahit.
Pakar industri makanan dalam pertemuan tahunan American Chemical Society menunjukkan bahwa tidak semua sandwichmentimun efektif. Yang paling efektif adalah mentimun dibalut roti gandum dengan mayones dan garam laut di atasnya.
Dalam pertemuan tersebut, para ahli diminta memberikan daftar makanan dan minuman terbaik untuk dikonsumsi saat temperatur tinggi. Kebanyakan dari mereka merekomendasikan makanan khas Inggris yang rasanya familiar dengan lidah orang Inggris, termasuk bir, teh, dan kari.
Menurut Sara Risch, peneliti di asosiasi tersebut, mentimun bisa menurunkan temperatur tubuh akibat panas, menghindari dehidrasi, dan mendapatkan kembali vitamin dan mineral vital bagi tubuh.
Kata Risch, di kalangan masyarakat, beredar cerita rakyat mengenai manfaat makanan dan minuman tertentu, tapi sebagian besar keliru. Buah-buahan dan sayuran dengan kadar air tinggi biasanya bagus untuk kondisi udara panas, termasuk mentimun, semangka, dan seledri. Adapun gandum bagus untuk tubuh karena mereka meningkatkan kadar magnesium dan kalsium, serta mencegah kejang saat udara panas. Karena itulah, roti gandum adalah pilihan terbaik untuk sandwich mentimun.
Meskipun menggoda, Risch mengatakan, sebaiknya Anda menghindari segala sesuatu yang terlalu dingin, mulai dari es krim hingga air es. Alasannya, segala sesuatu yang terlalu dingin tidak hanya membuat dingin bagian tubuh yang terkena, tapi akan mengirimkan pesan ke bagian tubuh lain yang menyebabkan kejutan sehingga tubuh justru kesulitan mengatur temperatur dengan baik.
Menurut Risch, minuman panas justru baik di udara hangat, meskipun ada debat mengenai efek kafein. Tanin dalam teh dan anggur adalah agen penurun panas yang baik bagi tubuh.
Makanan pedas yang menghasilkan keringat juga bagus bagi tubuh dalam menjaga dingin sehingga bahan-bahan dalam kari, baik jahe maupun capsaicin dari cabai, bekerja dengan baik. Karena itu, sambung Risch, banyak negara beriklim panas mengkonsumsi makanan-makanan pedas.
Makanan lain yang harus dihindari adalah makanan yang mengandung protein dan lemak tinggi sebab tubuh harus bekerja ekstra keras untuk mengunyah makanan itu, yang artinya menghindarkan keringat sekaligus memproduksi daging di udara panas.
Sakit Kepala? Banyak-banyak Minum Air Putih
Lain kali jika Anda sakit
kepala, cobalah untuk tidak menenggak obat. Ternyata hanya dengan minum air
putih, sakit kepala yang Anda rasakan bisa reda.
Sebuah studi dari University of Maastricht, Belanda mengungkapkan mengkonsumsi air putih secara teratur dapat menurunkan tingkat keparahan sakit kepala dan migren. Dengan kata lain, air putih mampu mengurangi kebutuhan akan tablet obat sakit kepala.
Peneliti mengatakan dengan minum sekitar tujuh gelas air putih setiap hari, cukup untuk meringankan rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidup pasien yang secara berkala menderita sakit kepala.
Dalam studinya, penelitian yang dikepalai Mark Spigt ini melibatkan lebih dari 100 pasien yang secara berkala menderita sakit kepala mulai dari parah hingga ringan. Tim peneliti kemudian menginstruksikan mereka cara untuk meringankan ketidaknyamanan tersebut, termasuk mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, dan menghindari kafein.
Diantara mereka, setengah pasien juga diminta untuk minum 1,5 liter air putih setiap hari selama tiga bulan, di atas asupan cairan normal mereka. Di akhir studi, pasien mengisi kuesioner yang disebut indeks Migraine-Specific Quality of Life untuk menceritakan apa yang mereka rasakan. Hasilnya, sebagaimana dipublikasikan pada jurnal Family Practice, menunjukan mereka yang minum air putih ekstra mendapatkan nilai yang lebih tinggi pada kuesioner.
“Kami mencurigai bahwa beberapa sakit kepala pasien mungkin mendapat keuntungan dari minum lebih banyak air,” kata peneliti. Karena itu peneliti mengatakan masuk akal untuk merekomendasikan mereka meminum lebih banyak untuk periode waktu yang pendek untuk melihat apakah pengalaman itu adalah sebuah perbaikan.
Mengomentari hasil penelitian ini, Dr Fayyaz Ahmed, dari Migraine Trust, mengatakan keuntungan minum air putih bisa jadi karena efek plasebo. Tapi dia menambahkan, “Bagaimanapun asupan air yang reguler dan hidrasi secara cukup adalah menyehatkan, dan banyak orang merasa lebih baik.”
Sebuah studi dari University of Maastricht, Belanda mengungkapkan mengkonsumsi air putih secara teratur dapat menurunkan tingkat keparahan sakit kepala dan migren. Dengan kata lain, air putih mampu mengurangi kebutuhan akan tablet obat sakit kepala.
Peneliti mengatakan dengan minum sekitar tujuh gelas air putih setiap hari, cukup untuk meringankan rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidup pasien yang secara berkala menderita sakit kepala.
Dalam studinya, penelitian yang dikepalai Mark Spigt ini melibatkan lebih dari 100 pasien yang secara berkala menderita sakit kepala mulai dari parah hingga ringan. Tim peneliti kemudian menginstruksikan mereka cara untuk meringankan ketidaknyamanan tersebut, termasuk mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, dan menghindari kafein.
Diantara mereka, setengah pasien juga diminta untuk minum 1,5 liter air putih setiap hari selama tiga bulan, di atas asupan cairan normal mereka. Di akhir studi, pasien mengisi kuesioner yang disebut indeks Migraine-Specific Quality of Life untuk menceritakan apa yang mereka rasakan. Hasilnya, sebagaimana dipublikasikan pada jurnal Family Practice, menunjukan mereka yang minum air putih ekstra mendapatkan nilai yang lebih tinggi pada kuesioner.
“Kami mencurigai bahwa beberapa sakit kepala pasien mungkin mendapat keuntungan dari minum lebih banyak air,” kata peneliti. Karena itu peneliti mengatakan masuk akal untuk merekomendasikan mereka meminum lebih banyak untuk periode waktu yang pendek untuk melihat apakah pengalaman itu adalah sebuah perbaikan.
Mengomentari hasil penelitian ini, Dr Fayyaz Ahmed, dari Migraine Trust, mengatakan keuntungan minum air putih bisa jadi karena efek plasebo. Tapi dia menambahkan, “Bagaimanapun asupan air yang reguler dan hidrasi secara cukup adalah menyehatkan, dan banyak orang merasa lebih baik.”
Begini Cara Mengendalikan Marah yang Meledak-ledak
Apakah Anda langsung "mendidih" ketika seseorang memotong
jalan berkendara Anda? Apakah tekanan darah Anda seolah langsung naik ke level
tertinggi begitu anak Anda menolak untuk menuruti perkataan Anda?
Bila "iya", maka Anda berisiko tinggi untuk menjadi seorang pemarah. Memang, kemarahan adalah emosi yang normal, bahkan sehat, tapi penting untuk menghadapinya dengan cara yang positif. Kemarahan yang tidak terkontrol dapat membahayakan kesehatan dan hubungan Anda dengan orang lain.
Menurut Mayo Clinic, menjaga emosi adalah tantangan yang menantang untuk ditaklukkan. Mereka memberi 10 saran untuk mengendalikan amarah agar tak meledak-ledak.
Nomor 1: Selalu ingat timeout
Menghitung sampai 10 bukan hanya untuk anak-anak. Sebelum bereaksi terhadap situasi tegang, mengambil beberapa saat untuk bernapas dalam-dalam dan menghitung sampai 10 dapat membantu meredakan emosi Anda. Jika perlu, menyingkir dari orang atau situasi sampai frustrasi Anda berkurang sedikit.
Nomor 2: Setelah Anda tenang, ekspresikan kemarahan Anda
Segera setelah Anda berpikir jernih, ekspresikan rasa frustrasi Anda dengan cara yang tegas, tapi tak konfrontatif. Nyatakan kekhawatiran dan kebutuhan Anda dengan jelas dan langsung, tanpa menyakiti orang lain atau mencoba untuk mengendalikan mereka.
Nomor 3: Lakukan beberapa olah fisik
Aktivitas fisik dapat memberikan manfaat positif untuk emosi Anda, terutama jika Anda akan "meledak". Jika Anda merasa kemarahan Anda meningkat, pergilah ke luar rumah untuk jalan cepat atau lari, atau pergilah untuk menghabiskan waktu dengan melakukan kegiatan fisik lainnya. Aktivitas fisik merangsang berbagai bahan kimia otak yang dapat membuat Anda merasa lebih bahagia dan lebih santai dari sebelumnya.
Nomor 4: Berpikirlah sebelum Anda berbicara
Dalam kondisi "panas", sangat mudah untuk mengatakan sesuatu yang nantinya justru membuat Anda menyesal. Pikirkan sebelum berkata apa pun dan membiarkan orang lain yang terlibat dalam situasi untuk melakukan hal yang sama.
Nomor 5: Mengidentifikasi solusi yang mungkin
Alih-alih berfokus pada apa yang membuat Anda marah, berupayalah untuk menyelesaikan masalah itu. Apakah kamar yang berantakan membuat Anda "gila"? Segeralah tutup pintu dan membenahinya. Apakah pasangan Anda terlambat untuk makan malam setiap malam? Jadwalkan late dinner di malam-malam tertentu atau buat perjanjian untuk boleh makan sendiri. Ingatkan diri Anda bahwa kemarahan tidak akan memperbaiki apa pun dan hanya mungkin membuatnya lebih buruk.
Nomor 6: Fokuslah pada "saya" dan bukan "Anda"
Untuk menghindari mengkritik atau menyalahkan orang lain--yang mungkin hanya meningkatkan ketegangan--gunakan pernyataan "saya" untuk menggambarkan masalah. Sebagai contoh, katakanlah, "Saya marah karena kamu meninggalkan meja tanpa menawarkan untuk membantu membereskan piring," bukan, "Kamu tidak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga."
Nomor 7: Jangan menyimpan dendam
Memaafkan adalah alat yang ampuh untuk mendamaikan hati. Jika Anda membiarkan kemarahan dan perasaan negatif lainnya menutupi perasaan positif, Anda mungkin menemukan diri Anda ditelan oleh kepahitan sendiri atau rasa ketidakadilan. Tapi, jika Anda dapat memaafkan seseorang yang membuat Anda marah, Anda mungkin belajar lebih baik dari situasi. Tidak realistis untuk mengharapkan semua orang untuk berperilaku persis seperti yang Anda inginkan setiap saat.
Nomor 8: Gunakan humor untuk melepaskan ketegangan
Humor ringan dapat membantu mengatasi ketegangan. Jangan gunakan sarkasme karena bagaimanapun bisa melukai perasaan orang lain dan membuat hal-hal buruk terjadi.
Nomor 9: Lakukan relaksasi
Ketika marah, cobalah lakukan relaksasi. Praktek latihan pernapasan, membayangkan adegan santai, atau mengulangi kata atau frase yang menenangkan, seperti, "Tenang saja" sangat membantu. Anda juga bisa menyingkir sejenak untuk mendengarkan musik, menulis, atau melakukan yoga atau apa pun yang diperlukan untuk mendorong relaksasi.
Nomor 10: Tahu kapan untuk mencari bantuan
Belajar mengendalikan amarah adalah tantangan bagi semua orang. Pertimbangkan untuk mencari bantuan jika kemarahan Anda tampaknya di luar kendali, menyebabkan Anda melakukan hal-hal yang Anda sesali di kemudian hari atau membuat sakit orang-orang di sekitar Anda. Dengan bantuan profesional, Anda dapat mempelajari apa itu kemarahan; mengidentifikasi apa yang memicu kemarahan Anda; mengenali tanda-tanda bahwa Anda bakal marah; belajar untuk menanggapi frustrasi dan kemarahan dengan cara terkontrol dan sehat; serta menjelajahi perasaan yang mendasarinya, seperti kesedihan atau depresi.
Bila "iya", maka Anda berisiko tinggi untuk menjadi seorang pemarah. Memang, kemarahan adalah emosi yang normal, bahkan sehat, tapi penting untuk menghadapinya dengan cara yang positif. Kemarahan yang tidak terkontrol dapat membahayakan kesehatan dan hubungan Anda dengan orang lain.
Menurut Mayo Clinic, menjaga emosi adalah tantangan yang menantang untuk ditaklukkan. Mereka memberi 10 saran untuk mengendalikan amarah agar tak meledak-ledak.
Nomor 1: Selalu ingat timeout
Menghitung sampai 10 bukan hanya untuk anak-anak. Sebelum bereaksi terhadap situasi tegang, mengambil beberapa saat untuk bernapas dalam-dalam dan menghitung sampai 10 dapat membantu meredakan emosi Anda. Jika perlu, menyingkir dari orang atau situasi sampai frustrasi Anda berkurang sedikit.
Nomor 2: Setelah Anda tenang, ekspresikan kemarahan Anda
Segera setelah Anda berpikir jernih, ekspresikan rasa frustrasi Anda dengan cara yang tegas, tapi tak konfrontatif. Nyatakan kekhawatiran dan kebutuhan Anda dengan jelas dan langsung, tanpa menyakiti orang lain atau mencoba untuk mengendalikan mereka.
Nomor 3: Lakukan beberapa olah fisik
Aktivitas fisik dapat memberikan manfaat positif untuk emosi Anda, terutama jika Anda akan "meledak". Jika Anda merasa kemarahan Anda meningkat, pergilah ke luar rumah untuk jalan cepat atau lari, atau pergilah untuk menghabiskan waktu dengan melakukan kegiatan fisik lainnya. Aktivitas fisik merangsang berbagai bahan kimia otak yang dapat membuat Anda merasa lebih bahagia dan lebih santai dari sebelumnya.
Nomor 4: Berpikirlah sebelum Anda berbicara
Dalam kondisi "panas", sangat mudah untuk mengatakan sesuatu yang nantinya justru membuat Anda menyesal. Pikirkan sebelum berkata apa pun dan membiarkan orang lain yang terlibat dalam situasi untuk melakukan hal yang sama.
Nomor 5: Mengidentifikasi solusi yang mungkin
Alih-alih berfokus pada apa yang membuat Anda marah, berupayalah untuk menyelesaikan masalah itu. Apakah kamar yang berantakan membuat Anda "gila"? Segeralah tutup pintu dan membenahinya. Apakah pasangan Anda terlambat untuk makan malam setiap malam? Jadwalkan late dinner di malam-malam tertentu atau buat perjanjian untuk boleh makan sendiri. Ingatkan diri Anda bahwa kemarahan tidak akan memperbaiki apa pun dan hanya mungkin membuatnya lebih buruk.
Nomor 6: Fokuslah pada "saya" dan bukan "Anda"
Untuk menghindari mengkritik atau menyalahkan orang lain--yang mungkin hanya meningkatkan ketegangan--gunakan pernyataan "saya" untuk menggambarkan masalah. Sebagai contoh, katakanlah, "Saya marah karena kamu meninggalkan meja tanpa menawarkan untuk membantu membereskan piring," bukan, "Kamu tidak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga."
Nomor 7: Jangan menyimpan dendam
Memaafkan adalah alat yang ampuh untuk mendamaikan hati. Jika Anda membiarkan kemarahan dan perasaan negatif lainnya menutupi perasaan positif, Anda mungkin menemukan diri Anda ditelan oleh kepahitan sendiri atau rasa ketidakadilan. Tapi, jika Anda dapat memaafkan seseorang yang membuat Anda marah, Anda mungkin belajar lebih baik dari situasi. Tidak realistis untuk mengharapkan semua orang untuk berperilaku persis seperti yang Anda inginkan setiap saat.
Nomor 8: Gunakan humor untuk melepaskan ketegangan
Humor ringan dapat membantu mengatasi ketegangan. Jangan gunakan sarkasme karena bagaimanapun bisa melukai perasaan orang lain dan membuat hal-hal buruk terjadi.
Nomor 9: Lakukan relaksasi
Ketika marah, cobalah lakukan relaksasi. Praktek latihan pernapasan, membayangkan adegan santai, atau mengulangi kata atau frase yang menenangkan, seperti, "Tenang saja" sangat membantu. Anda juga bisa menyingkir sejenak untuk mendengarkan musik, menulis, atau melakukan yoga atau apa pun yang diperlukan untuk mendorong relaksasi.
Nomor 10: Tahu kapan untuk mencari bantuan
Belajar mengendalikan amarah adalah tantangan bagi semua orang. Pertimbangkan untuk mencari bantuan jika kemarahan Anda tampaknya di luar kendali, menyebabkan Anda melakukan hal-hal yang Anda sesali di kemudian hari atau membuat sakit orang-orang di sekitar Anda. Dengan bantuan profesional, Anda dapat mempelajari apa itu kemarahan; mengidentifikasi apa yang memicu kemarahan Anda; mengenali tanda-tanda bahwa Anda bakal marah; belajar untuk menanggapi frustrasi dan kemarahan dengan cara terkontrol dan sehat; serta menjelajahi perasaan yang mendasarinya, seperti kesedihan atau depresi.
Awas, Penyakit Kronis Pascalebaran
Di
hari Lebaran aneka hidangan disajikan secara istimewa. Namun waspadalah, jika
tidak penyakit kronis degeratif terkait pola makan dominan mengintai masyarakat
sesudah bersantap Lebaran, sebagaimana dilaporkan dari RSUD dr Pirngadi Medan,
pascalebaran kali ini.
Direktur
RSUD dr Pirngadi Medan, Amran Lubis, di Medan, Kamis, mengatakan, berdasarkan
rekam medik di rumah sakit itu, pasien rawat inapnya didominasi pengidap
penyakit kelainan jantung, paru obstruktif menahun, diabetes dengan komplikasi,
darah tinggi, dan sesak nafas.
"Peningkatan
jumlah pasien kronik sesudah Lebaran tiap tahun sudah biasa terjadi. Kalau
biasa disebut arus balik. Jadi pasien yang pulang saat hari raya, tidak mampu
menjaga pola makannya, harus kembali lagi ke rumah sakit dengan tingkat penyakit
lebih parah sehingga harus dirawat inap," katanya.
Secara
persentase, jumlah pasien dari "kategori" itu mencapai 50 persen,
saat ini lebih dari 200 pasien. Total pasien rawat inap saat ini di rumah sakit
itu 546 pasien. Sebagian besar disebabkan karena pasien tidak bisa mengatur
pola konsumsi obat. Hal ini bisa makin berat jika "dikombinasikan"
dengan pola makan yang tidak terkontrol.
"Apalagi
penderita penyakit kronis, di antaranya gagal jantung, darah tinggi, dan
diabetes tidak dibenarkan mengonsumsi kadar garam tinggi yang ada di ketupat,
sirup, dan tape," katanya.
"Selain
itu mereka juga harus mengonsumsi obat seumur hidup. Ketika ini tidak bisa
dijaga, otomatis akan memicu penyakit kronisnya," katanya. Jadi, ingat
kesehatan selain memanjakan lidah saat hari raya, jika ingin tetap sehat.
Minggu, 12 Agustus 2012
Agar Anak Tidak Manja
Orang tua selalu ingin
melindungi anaknya dari segala kesedihan dan hal yang tak menyenangkan lainnya.
Kasih sayang juga mendorong orang tua selalu ingin memenuhi segala keinginan
anaknya. Tapi bagaimana, kalau semua itu menjadikan sang anak manja? Nah, agar
tak terjebak dalam pola ddik yang tanpa kita sadari justru membuat anak menjadi
manja, berikut hal yang perlu diperhatikan orang tua.
1. Biarkan ia gagal
Mengapa? Karena kegagalan adalah alat pengajaran yang kuat. Saat anak mencoba menyusun lego atau mengunting gambar biarkan ia melakukan kesalahan. Atau saat perlombaan biarkan ia berusaha tanpa bantuan. Biarkan anak melakukan kesalahan dalam mencoba. Gagal bukan hal yang buruk, itu hanya bagian dari proses.
2. Ajarkan mereka menangani kekecewaan
Kita ingin anak-anak kita bahagia, kegagalan dan kekecewaan adalah perasaan yang tidak menyenangkan. Sebagai orang tua sudah menjadi insting Anda untuk melindungi anak-anak dari kekecewaan. Tapi dalam hidup hal tersebut nantinya tak tak terelakkan. Melindungi anak dari perasaan sedih bukan hal buruk tapi jika ia merasa gagal meyelesaikan suatu tugas, kalah dalam pertandingan, tugas Anda untuk mengajar mereka menangani perasaannya. Menghibur dan mengatakan bahwa hal itu biasa terjadi.
3.Berhenti membuntuti mereka
Biarkan mereka bernafas! Maksudnya sesekali membiarkan mereka main keluar bersama teman-temannya di halaman atau berkunjung ke rumah temannya lepas dari Anda. Tanpa Anda ia akan terlatih untuk mengambil keputusan sendiri dan menghadapi masalahnya sendiri. Sesekali biarkan mereka membuat beberapa keputusan sendiri seperti memilih waktu belajar, memutuskan mainan yang ingin ia beli atau memilih kegiatan yang ingin dihabiskan saat akhir pekan. Pergi ke pantai, taman hiburan, berenang atau nonton di bioskop berikan kesempatan untuknya mengambil keputusan. Bagaimana mereka akan menangani keputusan yang besar jika mereka tidak bisa berlatih dari kecil?
4. Anda yang pegang kendali
Ketika Anda membawa pulang bayi yang menggemaskan dari rumah sakit, sulit untuk membayangkan bahwa sesuatu yang begitu kecil bisa jadi pengendali. Tapi itu benar dan mereka akan mengendalikan Anda dan kehidupan Anda. Merengek meminta segala hal. Andalah orang dewasa yang membuat peraturan. Anda yang mengatur budget dan menentukan barang yang bisa dimiliki atau belum pantas dimiliki anak-anak. Anda yang mengatur menu dan jam tidur. Menjadi orang tua yang penyayang bukan berarti Anda tidak bisa bersikap tegas.
1. Biarkan ia gagal
Mengapa? Karena kegagalan adalah alat pengajaran yang kuat. Saat anak mencoba menyusun lego atau mengunting gambar biarkan ia melakukan kesalahan. Atau saat perlombaan biarkan ia berusaha tanpa bantuan. Biarkan anak melakukan kesalahan dalam mencoba. Gagal bukan hal yang buruk, itu hanya bagian dari proses.
2. Ajarkan mereka menangani kekecewaan
Kita ingin anak-anak kita bahagia, kegagalan dan kekecewaan adalah perasaan yang tidak menyenangkan. Sebagai orang tua sudah menjadi insting Anda untuk melindungi anak-anak dari kekecewaan. Tapi dalam hidup hal tersebut nantinya tak tak terelakkan. Melindungi anak dari perasaan sedih bukan hal buruk tapi jika ia merasa gagal meyelesaikan suatu tugas, kalah dalam pertandingan, tugas Anda untuk mengajar mereka menangani perasaannya. Menghibur dan mengatakan bahwa hal itu biasa terjadi.
3.Berhenti membuntuti mereka
Biarkan mereka bernafas! Maksudnya sesekali membiarkan mereka main keluar bersama teman-temannya di halaman atau berkunjung ke rumah temannya lepas dari Anda. Tanpa Anda ia akan terlatih untuk mengambil keputusan sendiri dan menghadapi masalahnya sendiri. Sesekali biarkan mereka membuat beberapa keputusan sendiri seperti memilih waktu belajar, memutuskan mainan yang ingin ia beli atau memilih kegiatan yang ingin dihabiskan saat akhir pekan. Pergi ke pantai, taman hiburan, berenang atau nonton di bioskop berikan kesempatan untuknya mengambil keputusan. Bagaimana mereka akan menangani keputusan yang besar jika mereka tidak bisa berlatih dari kecil?
4. Anda yang pegang kendali
Ketika Anda membawa pulang bayi yang menggemaskan dari rumah sakit, sulit untuk membayangkan bahwa sesuatu yang begitu kecil bisa jadi pengendali. Tapi itu benar dan mereka akan mengendalikan Anda dan kehidupan Anda. Merengek meminta segala hal. Andalah orang dewasa yang membuat peraturan. Anda yang mengatur budget dan menentukan barang yang bisa dimiliki atau belum pantas dimiliki anak-anak. Anda yang mengatur menu dan jam tidur. Menjadi orang tua yang penyayang bukan berarti Anda tidak bisa bersikap tegas.
Langganan:
Postingan (Atom)




