MENU

Kamis, 17 Maret 2016

7 Tanda Kamu Punya Otak di Atas Rata-rata



Apa kamu tahu bahwa mungkin saja kamu jenius?

Bahkan jika kamu berpikir bahwa kamu gak seberapa pintar dan cerdas, kamu bisa saja memiliki banyak karakteristik unik yang dimiliki banyak orang cerdas. Faktanya, ternyata memang banyak orang jenius yang memiliki kebiasaan sama.

Jika ada tanda-tanda di bawah ini yang kamu miliki, sangat mungkin bahwa kamu sebenarnya lebih pintar dari yang kamu kira. Penasaran? Cek yuk!

1. Kamu selalu penasaran terhadap apapun.

Apakah kamu secara bertahap membaca jurnal, mengikuti beberapa blog dan seringkali browsing hanya untuk mengetahui jawaban atas pertanyaanmu? Apakah kamu melakukan eksperimen kecil untuk mengetahui apa yang terjadi, seperti mencampur beberapa bahan makanan ekstra ke dalam masakan buatanmu?

Orang jenius pada dasarnya adalah orang yang selalu ingin tahu. Mereka selalu menemukan pertanyaan dalam kepala mereka dan kemudian berusaha untuk menemukan jawabannya.

2. Kamu sering bicara pada diri sendiri.

Jika kamu seringkali ditertawakan temanmu karena kamu seringkali ketahuan berbicara pada diri sendiri, ini adalah tanda bahwa kamu adalah seorang jenius.

Ketika kamu sedang memikirkan sebuah masalah maka dialog dan ide-ide seringkali muncul tanpa permisi. Semakin intens proses tersebut, maka semakin sering kamu berbicara dengan diri sendiri. Ibaratnya, kamu sering bergumam dalam diam.

3. Melihat buku tak terbaca akan membuatmu sangat gatal.


Banyak orang yang suka membaca buku. Dan orang jenius biasanya terobsesi dengan membaca buku, apapun itu.

Beberapa orang cerdas yang memiliki karakter unik biasanya fokus pada satu jenis buku saja, misalnya fiksi ilmiah atau manga. Namun tak menutup kemungkinan bahwa para jenius ini juga membaca berbagai macam jenis buku.

Tak peduli apa jenis buku kesukaanmu, jika rak bukumu penuh dan kamu selalu mencari hal baru untuk dibaca, kamu masuk ke dalam kategori jenius!

4. Kamu sering menantang batas dirimu sendiri. 


Apakah kamu senang bermain logika, kata-kata dan trivia untuk mengetes otakmu? Jika demikian, kamu memiliki satu hal yang dimiliki orang jenius di luar sana. Banyak orang jenius yang senang bermain sudoku dan teka-teki silang sebagai kebiasaan yang selalu mereka lakukan. Kamu bisa melihat Facebook mereka pasti penuh dengan permainan kata dan angka. Gak percaya, coba cek saja.

5. Kamu pelupa. Parah.

Individu yang cerdas biasanya sering melupakan banyak hal karena otak mereka sering dipenuhi oleh banyak hal sehingga kadang mereka menjadi pelupa. Mereka menjadi sibuk dengan berbagai proyek dan ide. Hasilnya, hal-hal sederhana akan terlempar keluar dan dilupakan.

Pernah gak kamu memasuki ruangan dan lupa kenapa kamu ada di sana? Nah...

6. Kamu memiliki masa lalu yang sedikit berbeda dari orang 


kebanyakan. Kita semua pasti pernah membaca cerita soal orang jenius mantan pecandu alkohol atau narkoba. Ini bukanlah alur cerita dalam film fiksi, lho.

Tak perlu banyak waktu untuk membangun mental penulis, musisi, seniman, ilmuwan dan orang jenius lainnya yang pernah terjebak dalam lingkaran "kecanduan". Beberapa tipe kecanduan seperti ini mereka gunakan untuk mendapatkan pengalaman baru. Tentu saja, ini bukanlah hal yang baik.

Jika kamu melakukan beberapa eksperimen, ketahuilah bahwa itu bukan lagi hal yang istimewa untuk kaum jenius.

7. Kamu seringkali panik dan overthinking terhadap hal yang bahkan belum terjadi. Mungkin kamu berpikir bahwa orang jenius biasanya penuh percaya diri. Kenyataannya adalah, para jenius biasanya penuh akan keraguan. Mereka tahu bahwa tak akan ada jawaban hitam dan putih, serta kebenaran akan sesuatu biasanya akan terus berubah. Sayangnya, ini juga memicu mereka untuk selalu merasa tak percaya diri.

Setelah membaca artikel ini, mungkin kamu telah berpikir bahwa tes IQ-mu terakhir kali menunjukkan bahwa kamu bukan jenius. Yakin? Coba deh pikir lagi.



http://www.idntimes.com/tita/aku-orang-yang-jenius-bukan-sih-7-tanda-kalau-kamu-memang-jenius
»»  SETERUSNYA...

Rabu, 16 Maret 2016

Kriteria Kelulusan UN Tahun Pelajaran 2015/2016


Penilaian Hasil Belajar Oleh Pemerintah Melalui Ujian Nasional, dan Penilaian Hasil Belajar Oleh Satuan Pendidikan Melalui Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan Pada SMP/MTs Atau Yang Sederajat dan SMA/MA/SMK Atau Yang Sederajat telah diatur dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2015.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 57 Tahun 2015 disebutkan bahwasannya hasil dari Ujian Nasional Tahun 2015/2016 digunakan untuk pemetaan mutu program dan/atau Satuan Pendidikan, pertimbangan seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, dan sebagai bahan pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada Satuan Pendidikan dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan.
 

Sedangkan mengenai Kriteria Pencapaian Kompetensi Lulusan Berdasarkan Hasil UN (Ujian Nasional) tahun pelajaran 2015/2016 juga telah disebutkan pada POS UN Tahun Pelajaran 2015/2016 pada bagian Kriteria Pencapaian Kompetensi Lulusan Berdasarkan Hasil UN sebagai berikut :

1. Nilai hasil UN dilaporkan dalam rentang nilai 0 (nol) sampai dengan 100 (seratus), dengan tingkat pencapaian kompetensi lulusan dalam kategori sebagai berikut:

a. sangat baik, jika nilai lebih dari 85 (delapan puluh lima) dan kurang dari atau sama dengan 100 (seratus); 


b. baik, jika nilai lebih dari 70 (tujuh puluh) dan kurang dari atau sama dengan 85 (delapan puluh lima); 


c. cukup, jika nilai lebih dari 55 (lima puluh lima) dan kurang dari atau sama dengan 70 (tujuh puluh); dan

d. kurang, jika nilai kurang dari atau sama dengan 55 (lima puluh lima).

2. Nilai Kompetensi Keahlian Kejuruan adalah:

a. Gabungan antara nilai Ujian Praktik Keahlian Kejuruan dan nilai Ujian Teori Kejuruan dengan pembobotan 70% untuk nilai Ujian Praktik Keahlian Kejuruan dan 30% untuk nilai Ujian Teori Keahlian Kejuruan;

b. Kriteria Kelulusan Kompetensi Keahlian Kejuruan ditetapkan oleh Direktorat Pembinaan SMK.

Kriteria Kelulusan Peserta Didik Dari Satuan Pendidikan dan Pencapaian Kompetensi Lulusan Dalam Ujian Nasional

Berdasarkan Permendikbud Nomor 57 Tahun 2015, Peserta didik dinyatakan lulus dari Satuan Pendidikan setelah memenuhi kriteria:

a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

b. memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik; dan

c. lulus Ujian S/M/PK.

Penyelesaian seluruh program pembelajaran untuk peserta didik diuraikan berdasarkan jenjang pendidikan sebagai berikut :

a. SMP/MTs dan SMPLB apabila telah menyelesaikan pembelajaran dari kelas VII sampai dengan kelas IX;
 

b. SMA/MA/SMAK/SMTK, SMALB, dan SMK/MAK apabila telah menyelesaikan pembelajaran dari kelas X sampai dengan kelas XII;

c. SMP/MTs dan SMA/MA/SMAK/SMTK yang menerapkan sistem kredit semester (SKS) atau program akselerasi apabila telah menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang dipersyaratkan;

d. Program Paket B/Wustha dan Program Paket C, apabila telah menyelesaikan keseluruhan derajat kompetensi masing-masing program.

Sedangkan bagi SMP/MTs dan SMA/MA/SMAK/SMTK yang menerapkan SKS atau program akselerasi harus memiliki izin dari dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota atau kantor wilayah kementerian agama provinsi/kantor kementerian agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Ketentuan keikutsertaan peserta didik dari Satuan Pendidikan yang menerapkan SKS atau program akselerasi diatur dalam POS UN.
 

Kriteria kelulusan peserta didik dari Ujian S/M untuk semua mata pelajaran ditetapkan oleh Satuan Pendidikan berdasarkan perolehan nilai Ujian S/M. 

Kriteria kelulusan peserta didik dari Ujian PK untuk semua mata pelajaran ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi berdasarkan perolehan nilai Ujian PK dari pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM)/kelompok belajar pada sanggar kegiatan belajar (SKB).

Kelulusan peserta didik dari:

a. SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA/SMAK/SMTK, SMALB, SMK/MAK ditetapkan oleh setiap Satuan Pendidikan yang bersangkutan dalam rapat dewan guru setelah pengumuman hasil UN.

b. Program Paket B/Wustha dan Program Paket C ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melalui rapat pleno dengan melibatkan perwakilan dari Satuan Pendidikan nonformal setelah pengumuman hasil UN.

Demikian informasi mengenai kriteria kelulusan peserta didik peserta UN Tahun Pelajaran 2015/2016 

 
http://www.salamedukasi.com/2015/12/kriteria-kelulusan-un-tahun-pelajaran.html
»»  SETERUSNYA...

Rabu, 10 Desember 2014

KRITERIA BARU KELULUSAN UN 2015 - LEBIH GAMPANG


Kehadiran ujian nasional tidak lain adalah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa/i untuk menguasai materi selama ini yang telah dipelajari di bangkus sekolah. 


Tujuannya sangatlah jelas, namun tidak sedikit ini menjadikan ajang sekolah untuk hasil yang optimal pada setiap pelaksanaan UN secara curang. Menyikapi hal tersebut BSNP menyiapkan kriteria baru dalam kelulusan UN 2015.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berupaya mencegah potensi kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional (unas) SMP dan SMA. 


Caranya adalah dengan mempermudah potensi kelulusan siswa. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) kini sedang mengkaji kriteria baru kelulusan unas 2015. 

Anggota BSNP Teuku Ramli Zakaria menjelaskan, aturan baru tentang kriteria kelulusan unas 2015 (tahun pelajaran 2014/2015) ditetapkan dalam Permendikbud 44/2014. "Permendikbud ini dikeluarkan di masa Pak Nuh (13 Oktober 2014, red)," katanya di Jakarta kemarin. Setelah kajian di internal BSNP itu tuntas, akan dibawa ke Mendikbud Anies Baswedan. Rencananya pekan depan mereka akan menghadap RI-26 (Kode Mendikbud). 


Selanjutnya akan ditetapkan apakah kajian dari BSNP itu disahkan untuk acuan kelulusan unas 2015 nanti. Dia mengatakan sampai kemarin belum mendapatkan kepastian apakah unas 2015 diselenggarakan seperti apa. Ramli menjelaskan ada satu perbedaan mencolok antara unas 2015 dengan unas 2014. Yaitu pembobotan atau porsi penilaian antara hasil unas murni dengan nilai sekolah. Tahun ini pembobotannya adalah nilai unas murni 60 persen, sedangkan nilai sekolah 40 persen. 

"Persentase 60:40 itu direvisi untuk unas 2015," tutur Ramli. Dia menjelaskan persentase yang baru adalah bobot nilai unas murni 50 persen dan nilai sekolah juga 50 persen.
Sedangkan untuk pemobotan nilai sekolah, Ramli mengatakan tidak ada perbedaan dengan unas tahun ini. Yakni bobot nilai rapor sebesar 70 persen, kemudian nilai ujian sekolah sebesar 30 persen.
Lalu untuk nilai minimal kelulusan siswa tidak ada yang dikoreksi. 

Ramli mengatakan nilai minimal kelulusan untuk setiap mata pelajaran yang diujikan adalah 4,00. Kriteria berikutnya adalah rata-rata minimal dari semua mata pelajaran yang diujikan adalah 5,50. Menurut Ramli porsi yang sama besar antara nilai unas murni dengan nilai sekolah membuat siswa tidak terlalu terbebani saat mengejarkan soal unas. "Sehingga siswa tidak perlu curang. Sebab unas bukan penentu kelulusan," paparnya. 

Dia mencotohkan seorang siswa mendapatkan nilai ujian murni 2 dan nilai sekolah 7. Kedua nilai itu lantas dijumlah, sehingga ketemu nilai 9. Nilai penjumlahan itu kemudian dibagi dua, sehingga skor akhir siswa adalah 4,5. "Dengan skor 4,5 itu, berarti memenuhi kriteria angka minila kelulusan (4,0)," terang Ramli. 


Kepala SMAN 76 DKI Jakarta Retno Listyarti tetap menolak pelaksanaan unas sebagai penentu kelulusan. Meskipun bobot nilai murni unas sebagai komponen kelulusan dikepras menjadi 50 persen, dia mengatakan masih ada campur tangan pemerintah pusat.
"Saya masih berpendapat unas cukup dijadikan sebagai alat pemetaan. Bukan sebagai alat kelulusan," tandas perempuan yang juga aktivis pendidikan itu. 


Sumber : JPNN


http://www.maribelajarbk.web.id/2014/12/kriteria-baru-kelulusan-un-2015-lebih-gampang.html
»»  SETERUSNYA...

Kamis, 14 Agustus 2014

APLIKASI INSTRUMEN NON TES


Instrumentasi non-tes adalah alat yang digunakan untuk melihat gambaran tentang kondisi responden (mereka yang mengerjakan instument melalui pengadministrasiaan yang dilakukan oleh penyelenggara/konselor) sebagaimana apa adanya tanpa menekankan apakah kondisi itu mutunya tinggi atau rendah, benar atau salah. Instrumen non tes dapat diselenggarakan melalui tulisan atau lisan, secara individual atau kelompok. Teknik Non-Tes lebih sesuai digunakan untuk menilai aspek tingkah laku seperti, sikap, minat, perhatian, karakteristik dan lain-lain.

Bimbingan dan konseling merupakan suatu pekerjaan yang berkaitan dengan membantu pengembangan diri manusia. Untuk membantu pengembangan diri profesi ini memerlukan alat ungkap diri yaitu dengan menggunakan instrumen. Hakekat instrumen dalam pekerjaan bimbingan dan konseling adalah:

1. Sebagai alat bantu sahih dan terpercaya untuk mengumpulkan data yang dipergunakan guna mendukung akuntabilitas konseling. Spektrum instrumen itu sangat luas, mencakup instrumentasi tes dan non tes.

2. Peran instrumentasi terkait erat dengan setiap unsur hakekat konseling yaitu penaksiran, diagnosis, dan rencana terapi

3. Tes standarisasi dalam perspekstif konseling digunakan untuk mendukung akuntabilitas baik dalam penafsiran, diagnosis, dan rencana terapi.

C. Jenis-Jenis Instrumen Non-Tes

1. Wawancara

a. Pengertian wawancara

Wawancara merupakan suatu instrumen pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengemukakan pertanyaan kepada klien, dan dijawab pula oleh klien secara lisan. Wawancara dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Wawancara langsung adalah apabila data yang ingin dikumpulkan diperoleh langsung dari individu yang bersangkutan. Misalnya, untuk memperoleh data tentang pribadi seorang peserta didik, konselor atau guru pembimbing langsung mewawancarai siswa tersebut. Sedangkan wawancara yang tidak langsung adalah apabila wawancara dilakukan dengan seseorang untuk memperoleh data tentang orang lain, misalnya seorang konselor atau guru pembimbing mewawancarai seorang ibu untuk memperoleh keterangan mengenai diri pribadi anaknya.

b. Bentuk wawancara ditinjau dari pelaksanaannya

· Wawancara yang bersifat insidentil

Wawancara yang bersifat insidentil yaitu wawancara yang dilakukan pada waktu-waktu yang dianggap perlu saja.

· Wawancara yang bersifat terencana

Wawancara yang bersifat terencana pada waktu-waktu yang telah ditetapkan lebih dahulu.

c. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam wawancara

Untuk dapat melaksanakan wawancara dengan baik, konselor atau guru pembimbing hendaknya dapat menciptakan suatu situasi yang bebas, terbuka dan menyenangkan, sehingga klien yang diwawancarai dapat dengan bebas dan terbuka memberikan keterangan yang diperlukan secara gamblang. Begitu juga pertanyaan-pertanyaan yang diajukan diharapkan tersusun dengan baik sehingga dapat dengan mudah dipahami dan dapat pula dijawab dengan baik oleh individu yang diwawancarai. Oleh karena itu, sebaiknya sebelum melaksanakan wawancara, konselor arat guru pembimbing telah mempersiapkan terlebih dahulu pedoman wawancara (inter view).

Didalam pedoman wawancara itu telah tersusun daftar pokok-pokok masalah atau pertanyaan-pertanyaan yang disusun secara berurutan sedemikian rupa sehingga pelaksanaan wawancara tidak bertele-tele dan dapat dilaksanakan dengan tertib sesuai dengan jenis daftar yang ingin diketahui dari orang yang diwawancarai itu, sehingga dengan demikian wawancara akan berjalan dengan baik, efektif dan efisien.

d. Kegunaan wawancara bagi klien

· Seorang klien dengan secara langsung bisa mengetahui dan memahami masalah yang sedang dialaminya pada saat wawancara dilakukan.

· Klien akan mendapatkan pemecahan masalah yang dialaminya.

· Wawancara secara langsung, klien akan lebih terbuka menceritakan permasalahan dirinya.

2. Angket

a. Pengertian angket

Beberapa pengertian angket menurut para pakar:

· W.S. Winkel (1987)

Angket adalah suatu daftar atau kumpulan pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis juga.

· Dewa Ketut Sukardi (1983)

Angket adalah teknik pengumpulan data yang tidak memerlukan kedatangan langsung dari sumber data.

· Djumhur (1985)

Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan komunikasi dengan sumber data.

· Depdikbud

Angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan kepada responden untuk mendapat jawaban.

· Bimo Walgito (1987)

Angket adalah suatu daftar yang berisi pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang yang ingin diselidiki yang disebut responden.

Jadi angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan tertulis yang diajukan kepada subjek untuk mendapatkan jawaban secara tertulis juga.

b. Jenis atau bentuk angket

1) Ditinjau dari segi siapa yang menjawab, angket terbagi dua:

· Angket langsung

Dikatan langsung jika angket tersebut dikirimkan dan diisi langsung oleh orang yang akan dimintai jawaban tentang dirinya.

· Angket tidak langsung

Angket tidak langsung adalah angket yang tidak dikirim dan diisi bukan oleh orang yang dimintai keterangannya. Angket ini biasanya digunakan untuk mencari informasi tentang bawahan, anak, saudara, tetangga dan lain-lain.

2) Ditinjau dari segi cara menjawabnya

· Angket terbuka

Angket terbuka adalah angket yang disajikan dalam bentuk bentuk sedemikian rupa sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak dan keadaannya. Angket terbuka digunakan apabila peneliti belum dapat memperkirakan atau menduga kemungkinan alternatif jawaban yang ada pada responden.

· Angket tertutup

Angket tertutup adalah angket yang disusun dengan menyediakan pilihan jawaban lengkap sehingga pengisi hanya tinggal memberi tanda pada jawaban yang dipilih.

· Angket campuran

Yaitu gabungan antara angket tertutup dan terbuka.

c. Kegunaan Angket bagi klien

· Agar klien dapat mengetahui bagaimana hasil belajar efektif.

· Klien memahami apa-apa saja yang terbekali dalam dirinya, baik dalam lingkungan sosial, masyarakat dan lingkungan belajarnya.


3. Pengamatan (observasi)

a. Pengertian observasi

Pengamatan merupakan teknik untuk merekam secara langsung atau tidak langsung peristiwa atau kegiatan-kegiatan yang sedang terjadi. Teknik ini merupakan teknik yang sederhana dan tidak memerlukan keahlian yang luar biasa. Pengamatan dapat dilakukan secara terencana atau insidentil.

Pengamatan yang berencana biasanya dilakukan dengan persiapan yang sistematis baik mengenai waktunya, alat yang digunakan maupun aspek-aspek yang diamati. Sedangkan pengamatan yang insidentil dilakukan sewaktu-waktu bila terjadi sesuatu yang menarik perhatian.

b. Tujuan dilakukannya observasi

· Mendeskripsikan setting yang dipelajari

· Mendeskripsikan aktivitas-aktivitas yang berlangsung

· Mendeskripsikan orang-orang yang terlibat dalam aktivitas

· Mendeskripsikan makna kejadian dilihat dari perspektif mereka yang terlibat dalam kejadian yang diamati tersebut.

c. Kegunaan observasi bagi klien

· Klien mengetahui perkembangan dirinya pada tahap-tahap tertentu.

· Klien memahami tentang kelemahan dan kekurangan yang ada pada dirinya.

· Klien mengetahui sikap dan prilaku dalam proses belajar berlangsung.

4. Inventori

Inventori merupakan suatu alat untuk mengungkap keadaan pribadi siswa yang bentuk pengadministrasiannya serta pengolahan hasil-hasilnya lebih sederhana dan lebih mudah dibandingkan dengan tes terstandar. Sedangkan isinya mencakup aspek-aspek yang lebih luas, sehingga memungkinkan pemakaian yang luwes sesuai dengan permasalahan yang ditangani dalam pelayanan BK. Data keadaan pribadi yang dapat diungkap melalui inventori ini antara lain seperti minat, kebiasaan, sikap, kegiatan sehari-hari dan lain sebagainya.

Inventori yang saat ini digunakan dalam pelayanan BK adalah AUM UMUM dan AUM PTSDL. Yang dimasud dengan AUM UMUM adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengungkapkan masalah-masalah umum. Sedangkan AUM PTSDL adalah alat untuk mengungkapkan masalah-masalah khusus yang berkaitan dengan upaya dan penyelenggaraan kegiatan belajar.

5. Sosiometri

a. Pengertian Sosiometri

Secara umum sosiometri adalah suatu teknik untuk mengumpulkan data tentang hubungan sosial seseorang individu dengan individu lain, struktur hubungan dan arah hubungan sosial individu tersebut dalam suatu kelompok.

b. Tujuan sosiometri adalah:

· Dari data sosiometri individu kita dapat mengetahui frekuensi pemilihan yaitu banyaknya yang memilih intensitas pergaulan, status pemilihan/penolakan popularitas dalam pergaulan.

· Meningkatkan jaringan hubungan sosial seorang individu dengan individu lainnya, meningkatkan hubungan sosial kelompok dan memperbaiki hubungan insani.

· Menentukan kelompok kerja

· Meneliti kemampuan memimpin seorang individu dalam kelompok sosial tertentu.

· Mengetahui bagaimana hubungan sosial berteman seseorang individu

· Mencoba mengenali problem penyesuaian diri seorang individu

· Menemukan mana individu yang ditolak atau diterima dalam linkungan sosial tertentu.

c. Penggunaan sosiometri untuk kepentingan klien

1) Mempelajari akibat-akibat praktik terhadap hubungan social

Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, baik menjalankan hubungan interpersonal maupun social, seseorang tidak akan terlepas dari praktek ataupun pelaksanaan proses interaksi yang diiringi tingkah laku dan sikap tertentu. Selama menjalankan interaksi dan pengalaman tingkah laku itu seseorang akan mengalami beberapa hambatan dalam praktek nya sehingga bias saja menimbulkan kesalahan dalam praktek untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Kita kadang kurang merenungi dan mengetahui tingkah laku dan sikap kita dalam praktek hubungan social. dengan melaksanakan sosiometri ini maka seseorang atau klien dapat mengetahui pola hubungan praktek dalam hubungan social. Sehingga klien dapat merubah tingkah laku dan sikapnya selama ini kearah yang lebih baik dan disukai oleh orang lain.

2) Memperbaiki struktur hubungan social

Pada dasarnya manusia itu adalah makhluk social, yang dapat diartikan bahwa manusia itu tidak dapat hidup sendiri. Jadi kita membutuhkan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Untuk melakukan hubungan sosial ini tentu ada permasalahan yang dihadapi. Dengan dilaksanakan sosiometri ini seorang klien akan dapat mengetahui kekurangan yang dimiliki dalam melakukan hubungan social. Sehingga klien tersebut dapat mengatasi permasalahannya setelah itu klien dapat memperbaiki hubungan sosialnya. Akhirnya klien tersebut dapat menjalani hubungan sosialnya dengan baik.

3) Memperbaiki akibat-akibat praktek terhadap hubungan social.

Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, baik dalam menjalankan hubungan interpersonal ataupun sosial, seseorang tidak akan terlepas dari praktek ataupun pelaksanaan proses interaksi yang diiringi tingkah laku dan sikap tertentu. Selama menjalankan interaksi dan pengalaman tingkah laku itu seseorang akan mengalami beberapa hambatan dalam prakteknya sehingga biasa saja menimbulkan kesalahan dalam praktek menjalani kehidupan sehari-hari.

4) Mempelajari mutu kepemimpinan dalam situasi yang bermacam-macam

Pada dasarnya kepemimpinan itu adalah keadaan dimana seseorang mampu menunjukkan bahwa dia biasa memahami dan mengenali dirinya sendiri maupun orang lain sehingga dia mwnunjukkan sikap-sikap yang pantas ditampilkan yang hal itu akan mempengaruhi persepsi orang lain terhadap dirinya. Melalui hasil sosiometri akan diketahui kualitas kepemimpinan seseorang dalam berbagai situasi sehingga dia menempati posisi yang sesuai dengan pandangan orang lain terhadapnya.

5) Menemukan individu mana yang diterima dan ditolak dalam kelmpok sosial

Sehingga dapat dijadikan acuan untuk dapat mmemperbaiki hubungan sosial dan interaksi sosial dalam kehidupannya. jika kenyataan individu itu diterima dalam kelompok sosial itu artinya individu tersebut harus berusaha lebih baik lagi dalam melakukan hubungan sosialnya atau mampu mempertahankannya. Jika individu tersebut pada kenyataannya ditolak dalam hubungan sosialnya dalam masyarakat nya, sehingga terbentuklah kehidupan yang mantap dan serasi.

6) Menemukan norma yang diinginkan dalam kelompok yang bersangkutan

Dalam hal ini sosiometri berfungsi memunculkan pendekatan-pendekatan yang memungkinkan untuk dilakukan seseorang terhadap suatu kelompok tertentu sehingga ia mampu menyesuaikan dan menemukan aturan-aturan dalam kelompok yang dituju dengan memperhatikan segenap bentuk dan tingkat hubungan social masing-masing individu dalam kelompoknya.

7) Bagi siswa, maka hasil sosiometri berguna untuk membantunya dalam menjalankan interaksinya dengan teman-temannya.

Karena melaui hasil sosiometri akan diperoleh gambaran mengenai tingkat kemampuan seorang siswa dalam memahami diri dan mengarahkan dirinya dalam berkomunikasi, bersikap, dan bertingkah laku dengan teman-temannya.

8) Siswa akan sadar dan memahami nilai-nilai yang ada dalam masyarakat

Termasuk dilingkungan sekolahnya sehingga siswa tersebut mampu bertingakah laku sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat yang akan menimbulkan terciptanya hubungan sosial yang baik.

9) Dapat menemukan hambatan-hambatan yang sifatnya dari dirinya dan dapat mengatasi hambatan-hambatan itu melalui bimbingan dari konselor dan guru pembimbingnya.

6. Otobiografi (catatan harian)

a. Pengertian

Catatan harian merupakan suatu metode pengukuran kepribadian dengan jalan mempelajari catatan harian orang tersebut. Catatan harian adalah catatan tentang peristiwa-peristiwa penting yang dialami oleh seseorang yang dipandang sangat berarti dalam kehidupan orang tersebut dan bersifat sangat pribadi. Oleh karena itu apa yang ditulis merupakan curahan perasaan yang sejujurnya tanpa satupun yang ditutupi.

Dalam proses konseling, apabila konselor biasa mendapat kepercayaan dari konseli untuk membaca catatan hariannya, maka catatan harian tersebut akan menjadi sumber informasi yang sangat berharga untuk memahami latar belakang masalah yang sedang dihadapi oleh klien.

b. Kegunaan otobiografi bagi klien adalah:

· Klien mengetahui tentang hidupnya pada masa lampau

· Klien mudah mengingat apa-apa saja yang telah terjadi pada masa lampau.

http://rahmiati-amdan.blogspot.com/2013/09/penggunaan-istrumentasi-bk-non-tes_9.html

Berikut ini aplikasi instrumen non tes yang dapat di download dan dipergunakan 


TES KEPRIBADIAN SEDERHANA MBTI
LEMBAR PERNYATAAN DAN LEMBAR RESPON MBTI

TEST SEDERHANA MULTIPLE INTELEGENCE
LEMBAR RESPON DAN PERNYATAAN MULTIPLE INTELEGENCE

TES KEPRIBADIAN SEDERHANA VER 1.0
LEMBAR PERNYATAAN TES KEPRIBADIAN SEDERHANA 

DAFTAR CEK MASALAH 

ANGKET GAYA BELAJAR
INTERPRETASI ANGKET GAYA BELAJAR

Khusus untuk E-sociometri  sekolah dan nama konselor tidak bisa diganti jadi pada print out, nama sekolah dan konnselornya ditutup menggunakan lembaran kertas yang diatasnya diprint nama sekolah dan nama konselor kemudian di foto kopi. PASSWORDNYA : ADMIN
E-SOCIOMETRI
MANUAL E-SOCIOMETRI

Mudah-mudahan bermanfaat.
»»  SETERUSNYA...

Senin, 07 Juli 2014

INSTRUMEN PEMINATAN SMP


1. Pengertian Peminatan

Peminatan adalah suatu keputusan yang dilakukan peserta didik untuk memilih kelompok matapelajaran sesuai minat, bakat, dan kemampuan selama mengikuti pembelajaran. Pemilihan peminatan dilakukan atas dasar kebutuhan untuk melanjutkan pendidikannya.

Struktur kurikulum merupakan sekelompok matapelajaran yang dapat diikuti dan diambil selama peserta didik menempuh pendidikan seperti tertuang dalam PP No. 32 tahun 2013, Pasal 77B ayat(1) Struktur Kurikulum merupakan pengorganisasian Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, muatan Pembelajaran, matapelajaran, dan beban belajar pada setiap satuan pendidikan dan program pendidikan, dalam ayat (4) Struktur Kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan pengorganisasian matapelajaran untuk setiap satuan pendidikan dan/atau program pendidikan, serta ayat (7) Struktur Kurikulum untuk satuan pendidikan menengah terdiri atas: a. muatan umum; b. muatan peminatan akademik; c. muatan akademik kejuruan; dan d. muatan pilihan lintas minat/peminatan.

Demikian juga struktur kurikulum sebagaimana tercantum dalam Permendikbud nomor 69 tahun 2013 matapelajaran yang dapat diikuti dan diambil terdiri atas Kelompok Mata pelajaran Wajib dan Mata pelajaran Pilihan. Matapelajaran pilihan terdiri atas pilihan akademik untuk Sekolah Menengah Atas. Matapelajaran pilihan ini memberi corak kepada fungsi satuan pendidikan, dan didalamnya terdapat pilihan sesuai dengan minat peserta didik. Struktur ini menerapkan prinsip bahwa peserta didik merupakan subjek dalam belajar yang memiliki hak untuk memilih matapelajaran sesuai dengan minatnya.

a. Kelompok Matapelajaran Wajib

Kelompok Matapelajaran Wajib merupakan bagian dari pendidikan umum yaitu pendidikan bagi semua warganegara bertujuan memberikan pengetahuan tentang bangsa, sikap sebagai bangsa, dan kemampuan penting untuk mengembangkan kehidupan pribadi peserta didik, masyarakat dan bangsa.

b. Kelompok Matapelajaran Peminatan

Kelompok matapelajaran peminatan bertujuan:(1)untuk memberikan kesempatan kepadapesertadidikmengembangkan minatnya dalam sekelompokmatapelajaran sesuai dengan minat keilmuannya di perguruan tinggi, dan (2) untuk mengembangkan minatnya terhadap suatu disiplin ilmu atau ketrampilan tertentu.

Kurikulum dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik belajar berdasarkan minat mereka. Struktur kurikulum memperkenankan peserta didik melakukan pilihan dalam bentuk pilihan Kelompok Peminatan dan pilihan Matapelajaran antar Kelompok Peminatan (Lintas Minat).

2. Pengertian Lintas Minat

Dalam Kurikulum 2013, peserta didik selain memilih kelompok matapelajaran (peminatan), mereka diberi kesempatan untuk mengambil matapelajaran dari kelompok peminatan lain. Hal ini memberi peluang kepada peserta didik untuk mempelajari matapelajaran yang diminati namun tidak terdapat pada kelompok mataplajaran peminatan.

3. Pengertian Pendalaman Minat

Peserta didik yang memiliki kemampuan akademik di atas peserta didik lain diberi kesempatan untuk mendalami matapelajaran-matapelajaran pada kelompok peminatannya. Hal ini memberi kesempatan bagi peserta didik yang pada matapelajaran tertentu di kelompok peminatannya memiliki kemampuan dan prestasi tertentu sehingga penguasaan terhadap substansi matapelajaran bersangkutan menjadi tumpuan bagi kelangsungan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.

http://die-rosarote-brille.blogspot.com/2013/09/kurikulum-2013-apa-sih-peminatan-lintas_5918.html

Untuk mendukung hal tersebut sepertinya diperlukan alat bantu yang mungkin dijadikan acuan kedepannya, berikut ini beberapa instrumen dan panduan yang dapat dipergunakan 


 PANDUAN PEMINATAN ABKIN
 https://drive.google.com/file/d/0B9VrK3wdXghJeEYtVnZEcjFXWjA/edit?usp=sharing

MATERI DIKLAT PEMINATAN
https://drive.google.com/file/d/0B9VrK3wdXghJZU1kR2FRTVQ2ZDA/edit?usp=sharing

CONTOH BUKU PEMINATAN 
https://drive.google.com/file/d/0B9VrK3wdXghJWmI2UU42RjYxSXM/edit?usp=sharing 

IDENTIFIKASI PROGRAM PEMINATAN
https://drive.google.com/file/d/0B9VrK3wdXghJYm1zWEhOMUs0Yzg/edit?usp=sharing


PENYUSUNAN PROGRAM PEMINATAN
https://drive.google.com/file/d/0B9VrK3wdXghJTzF0TnNCV3dsYVE/edit?usp=sharing 

APLIKASI MINAT KARIR HOLLAND VER 1.1 
https://drive.google.com/file/d/0B9VrK3wdXghJZm55RkQ3RmM2cEU/edit?usp=sharing

RPL PELAYANAN KLASIKAL PEMINATAN
https://drive.google.com/file/d/0B9VrK3wdXghJY1g3UzhyeFdZd3c/edit?usp=sharing 

CONTOH REKOMENDASI PEMINATAN
https://drive.google.com/file/d/0B9VrK3wdXghJYmdoRkhRV2Q1RHM/edit?usp=sharing 

ANGKET PEMINATAN
https://drive.google.com/file/d/0B9VrK3wdXghJLWZCMkFOaVI1Q00/edit?usp=sharing

Sebagai bahan tambahan berikut ini kompetensi dasar yang diharapkan untuk muncul dan tertanam dalam diri konseli atau peserta didik 

KOMPETENSI DASAR KURIKULUM 2013
https://drive.google.com/file/d/0B9VrK3wdXghJVWRndG5tdzFhaHc/edit?usp=sharing 
»»  SETERUSNYA...

Sabtu, 05 Juli 2014

Ingin Liver Anda Sehat? Hindari Lima Makanan Ini




Salah satu organ tubuh yang paling sibuk setiap hari adalah hati. Hati berfungsi menyaring racun dan membuat enzim. Hati bekerja sepanjang hari untuk memastikan tubuh kita mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan serta menjaganya dari racun, juga menyaring udara ketika kita bernafas.

Ketika hati tidak bekerja dengan baik mungkin kita akan merasa lemah, murung, dan kembung. Dalam beberapa kasus, bahkan menjadi lebih sering lapar.

Menurut American Liver Foundation, penyakit hati yang tidak disebabkan mengkonsumsi alkohol menjangkiti satu dari empat orang di Amerika Serikat. Umumnya, bermula dari makanan yang menyebabkan penyakit degeneratif pada hati seperti makanan cepat saji, karbohidrat olahan, dan terlalu banyak gula.

Untungnya ada banyak yang bisa kita lakukan untuk membantu menjaga hati tetap sehat dan bersih. Caranya adalah dengan menghindari makanan yang dapat menyebabkan fungsi hati menjadi lemah.

Situs Chicago Now mengurai lima makanan yang sebaiknya dikurangi konsumsinya untuk menjaga hati tetap prima, yaitu:

Sodium
Makanan yang mengandung sodium tinggi umumnya berasal dari makanan kalengan seperti sop instan. Dalam jumlah normal sodium membantu mengatur cairan dalam tubuh dari tekanan darah. Namun terlalu banyak sodium dapat menyebabkan kelebihan cairan dalam hati. Makanan yang mengandung banyak sodium antara lain: daging, keju, pizza, kecap.

Sirup jagung tinggi fruktosa
Makanan dan minuman yang mengandung sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS) menimbulkan kerusakan pada hati Anda. Orang Amerika mengkonsumsi 12 persen total kalori dari fruktosa yang sebagian besar dalam bentuk HFCS yaitu soft drink, yang umumnya mengandung 55 persen fruktosa. Penelitian yang dipublikasikan American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa banyak mengkonsumsi fruktosa dapat menyebabkan kerusakan hati. Makanan yang umumnya mengandung HFCS tinggi meliputi: Soda, puding, snack buah, sereal bar, yogurt, roti dan crakers.

Lemak trans
Lemak trans terdapat pada makanan yang mengandung minyak terhidrogenasi secara parsial atau minyak yang mengandung lemak jenuh pada makanan olahan seperti yang biasa dibeli di toko kue. Lemak trans juga cepat meningkatkan kolesterol jahat. Jangan terkejut jika lemak trans terkandung dalam makanan seperti: craker, cookies, biskuit, dressing salad, dan popcorn yang dibuat dengan microwave.

Buah olahan
Makanan yang mengandung gula buah tinggi atau fruktosa seperti kismis dan jus buah instan mungkin sekilas terlihat lezat dan alami, tetapi belum tentu bagus bagi hati Anda. Terlalu banyak fruktosa dapat menyebabkan disiplidemia, atau jumlah abnormal lemak dalam darah. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Hepatology tahun 2013, fruktosa terkait erat dengan penyakit hati dan peradangan. Mengkonsumsi dalam porsi wajar tak masalah bagi tubuh, tetapi jika terlalu banyak dapat menyebabkan masalah pada hati. Yang perlu dihindari antara lain: kismis, trail mix, dan madu olahan.

Makanan yang digoreng
Kita semua tahu bahwa gorengan terutama dari restoran cepat saji memiliki efek negatif pada hati. Kentang goreng atau ayam goreng renyah isi keju, memiliki efek buruk pada hati, mirip dengan hepatitis. Makan makanan yang digoreng juga meningkatkan kolesterol jahat. Makanan yang perlu diwaspadai antara lain: goreng-gorengan, kentang goreng, roti sandwich, stik mozarella, dan donat.


http://www.tempo.co/read/news/2014/07/05/060590519/Ingin-Liver-Anda-Sehat-Hindari-Lima-Makanan-Ini
»»  SETERUSNYA...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...